Ketika Corona Menjadi Pupuk Pertumbuhan Jiwa

Oleh: Dra. Retno Indaryati Kusuma, M.Kes., Psikolog

(Humas PP HIMPSI)

Semua orang pasti mengalami dan merasakan kecemasan terhadap kondisi ketidakpastian akibat pandemi Covid19 yang tidak mudah diprediksi kapan berakhirnya. Semua orang dalam kehidupannya juga pasti pernah mengalami masa-masa sulit yang tak terduga datangnya. Namun membangun perasaan optimis, emosi dan pikiran positif dengan tetap waspada, pasti bisa dilakukan serta penting untuk ditumbuhkan apapun masalahnya.

Bagaimana meningkatkan kesehatan mental dan memberi asupan jiwa? Berikut ini beberapa anjuran yang diberikan:

1.Berbagi dan Memberi

…"Ketika engkau membahagiakan dan mensejahterakan orang-orang di sekelilingmu maka Tuhanpun akan membahagiakan dan mensejahterakanmu dengan caraNYA…”

~ Zig  Ziglar

Diantara kekurangan kita pasti memiliki kelebihan, jadi memiliki kebiasaan  BERBAGI dan MEMBERI, sekecil apapun penting untuk ditumbuhkan.  Dalam catatan sejarah, fakta membuktikan mengapa orang kaya semakin kaya, ternyata mereka memiliki “kunci gudang kedermawanan” sebagai magnet keberlimpahan kekayaan mereka. Andrew Carnegie, Bill Gates, Warren Buffet atau anak muda Mark Zuckerberg contoh-contoh nyata yang bisa kita jadikan teladan untuk membantu dan peduli pada  sesama yang membutuhkan. Kita memang belum sekaya mereka, hal tersebut tidak perlu dipersoalkan. Kalau sedikit harta yang kita miliki maka bagi seberapa ikhlasnya. Kita pasti bisa membagikan beberapa ‘kekayaan” kita karena memiliki SENYUM untuk membuat orang lain menjadi bahagia. Mempunyai INFORMASI untuk menghilangkan mispersepsi, TENAGA & TELINGA untuk membantu meringankan  sesama maupun DOA untuk saling menguatkan. Ada sebuah pepatah mengatakan, dengan berbagi kita semakin kaya.

2.Mensyukuri

..."Happiness, health, creativity, perfect relationships, and money will come to you in the future - based on your intentions NOW"... 

~ Law of Attraction

Pikiran dan perasaan adalah MAGNET yang sangat kuat. Membuat daftar hal-hal yang kita syukuri dan membuat kita merasa memiliki anugrah yang besar penting untuk dituliskan. Rhonda Byrne dalam bukunya Secret The Power mengatakan bahwa untuk mengubah hidup dengan cepat, gunakan SYUKUR untuk menggeser energi kita. Ketika kita mencurahkan seluruh energi ke dalam syukur, kita akan melihat keajaiban-keajaiban terjadi dan bekerja dalam hidup kita. Psikologi Positif menemukan bahwa bila dilakukan dengan benar dan konsisten, gratitude (bersyukur) dapat membantu kesembuhan dan mencegah penyakit (Seligman dkk dalam Iman Setiadi). Juga terbukti mampu meningkatkan kesehatan fisik melalui perbaikan imunitas tubuh, daya tahan terhadap stress  dan bahkan memperpanjang telemores, yaitu bagian dari kromosom yang memiliki korelasi kuat dengan panjangnya usia seseorang.

3.Memberi Makna Positif

"A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty." 

~ Winston Churchill. 

Menggali MAKNA dibalik BENCANA adalah tantangan bagaimana seseoramg memandang sebuah ujian atau kesulitan. Ada sebuah cerita tentang Pak Logi yang sangat miskin dan dimusuhi orang sekampungnya. Dia dianggap mempermalukan kampung, sehingga mereka sepakat untuk melempari rumahnya yang dari bambu dan sudah reyot. Harapannya Pak Logi akan pergi meninggalkan kampung yang dianggap mengotori lingkungan tersebut. Pagi, siang dan malam, siapapun yang lewat rumah reyot tersebut baik anak-anak, remaja dan orang dewasa akan melempari dengan kerikil atau batu yang lebih besar.

Jika Pak Logi menjadi Si Pesimis akan merasa sedih, karena dibenci dan terusir dari sikap-sikap orang-orang sekampungnya. Atau dia akan marah serta balik melemparkan batu maupun kerikil yang dilemparkan padanya. Namun jika Pak Logi jadi Si Optimis maka akan melihat kesempatan lain dan cara pandang yang berbeda. Batu yang dilempar oleh siapapun yg lewat adalah tanda cinta dan kepedulian orang-orang kampung terhadap dirinya, maka dikumpulkannya kerikil dan batu untuk membangun rumah kokoh agar terlihat rapi dan bagus serta tidak mempermalukan kampungnya. Kita akan pilih yang mana, Si Pesimis atau Optimis? 

4.Menjadi semakin kuat

...Do not pray for an easy life; pray for the strength to endure a difficult one.

Pelaut Tangguh dilahirkan dari ombak yang besar bukan lautan yang tenang. Meyakini bahwa Tuhan sedang melatih FLEKSIBILITAS otot-otot emosional, kognitif, sosial, bio-fisikal, spiritual dan kemungkinan besar finansial kita dengan pandemic Covid-19. Membuat daftar rencana hal-hal yang belum kita lakukan di masa lalu untuk direalisasikan sekarang adalah cara kreatif untuk membuat kita tetap memiliki aksi layaknya mengasah 'gergaji'. FOKUSkan pada kondisi SAAT INI, bersikap realitis dan bertindak untuk bertahan, yakin pasti ada jalan.

Dapat disimpulkan bahwa emosi positif ternyata adalah kunci bagi terbukanya pikiran (broadening the mind), membangun sumber daya (building), dan perkembangan pribadi yang optimal (flourishing).

Ketika hidup terasa manis, ucapkan terimakasih dan rayakan

Ketika hidup terasa pahit, tetap ucapkan terimakasih, tersenyum, panjatkan doa, lantas bangkit dan bertumbuhlah

Tuhan akan selalu bersama kita

Dia tidak akan memberi beban di luar kekuatan kita.

Tetap aman, jaga jarak, cuci tangan, tetap sehat, saling dukung.


Tulisan Edukasi HIMPSI di Masa Pandemi COVID-19 – Seri 03

Senin, 27 April 2020