Makalah / Artikel

IUPsyS Bulletin

Dear Colleagues
 
Please find attached the latest IUPsyS Bulletin. This Bulletin and previous issues are available at: http://www.iupsys.net/publications/bulletin/index.html
 

Bulletin

The Union's Monthly Bulletin

The Monthly Bulletin provides brief information and updates on the work and activities of the Union and related regional and international matters. It is circulated by email to to the Union's National Members, Affiliates and related organizations, and to others requesting to receive it.

National Members, Affiliates and Liaisons of IUPsyS are encouraged to circulate issues of the Monthly Bulletin to relevant groups, such as members of committees or their national membership. If you wish to add names to the IUPsyS email list for the Bulletin and Newsletter, please send details to the This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Current and previous issues (in PDF format)

2016

2015

2014

2013

2012

2011

2010

2009

 

If you have comments about the Bulletin or suggestions for items to include in future editions, please contact the IUPsyS This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. .

Tragedi A.S. : Keunggulan Kreativitas atas Kecerdasan

oleh Sarlito Wirawan Sarwono

Tanggal 11 September 2001, tiba-tiba New York dan Washiington DC jadi neraka. Ratusan, atau mungkin ribuan, orang mati sia-sia setelah tiga pesawat terbang komersial AS ditabrakkan ke dua menara WTC (World Trade Centre) di New York dan Pentagon di Washington DC (sebuah pesawat terbang lagi jatuh di Pensylvania sebelum bisa ditabrakkan ke White House).
Walaupun ada sebagian orang yang senang dengan kejadian itu, namun pada umumnya seluruh dunia, temasuk negara-negara Arab dan Rusia, mengutuknya. Presiden Bush sendiri menyatakan bahwa terorisme ini bukan hanya ditujukan kepada Amerika Serikat, tetapi juga kepada seluruh umat manusia yang cinta kebebasan dan demokrasi. Sedangkan kita sendiri, sebagai manusia Indonesia yang percaya pada Peri Kemanusian, tentunya ikut berduka.
***
Pada saat tulisan ini dibuat, FBI sudah menemukan beberapa bukti yang mulai mengarah kepada identifikasi pelaku terror tersebut. Tetapi masih sangat terlalu awal untuk menuduh seseorang atau suatu golongan tertentu sebagai pelakunya. Namun yang jelas, para pelaku itu pastilah golongan yang sangat membenci bangsa Amerika Serikat. Bukan hanya membenci presiden, tentara atau intelijen Amerika (CIA), tetapi membenci seluruh orang Amerika, termasuk orang-orang sipil, perempuan dan bayi-bayi yang terbunuh dalam tragedi di atas. Pendeknya, para pelaku terror itu adalah musuh bangsa AS.
Musuh bangsa AS ini memang banyak sekali. Demikianlah yang selalu kita dengar dari para pakar dan pengamat politik internasional. Mulai dari Muamar Khadafi dan Saddam Husen sampai Osama bin Laden. Mulai dari sebagian bangsa Arab, sampai ke bangsa Rusia. Tetapi tidak satu pun yang se-adi daya AS dalam segala bidang: ilmu pengetahuan dan teknologi, persenjataan, ekonomi dan keuangan serta politik. Dulu Uni Sovyet merupakan saingan terkuat, sehingga selama puluhan tahun pasca Perang Dunia II, dunia berada dalam kondisi "perang dingin" antara Blok Barat (AS dan kawan-kawan) dan Blok Timur (Rusia dan kawan-kawan). Kedua negara itu sama-sama mampu mengirim orang ke ruang angkasa dan sama-sama punya persenjataan nuklir yang tercanggih. Tetapi setelah kehancuran Uni Sovyet, maka AS merupakan negara terunggul satu-satunya di dunia ini.

Read more: Tragedi A.S. : Keunggulan Kreativitas atas Kecerdasan

Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia

Rahmat Ismail
Ketua Umum 2004-2007
PP Himpunan Psikologi Indonesia


Abstrak

Krisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi, politik dan sosial di Indonesia.
Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan, dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah.
Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Wakil Presiden saat itu, BJ Habibie, diangkat menjadi Presiden. Melalui Sidang Istimewa MPR RI, diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid, yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden.

Read more: Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia

Psikologi Olahraga & Psikologi Latihan

Monty P.Satiadarma | Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta

Sekalipun Weinberg dan Gould (1995) memberikan pandangan yang hampir serupa atas psikologi olahraga dan psikologi latihan (exercise psychology), karena banyak kesamaan dalam pendekatannya, beberapa peneliti lain (Anshel, 1997; Seraganian, 1993; Willis & Campbell, 1992) secara lebih tegas membedakan psikologi olahraga dengan psikologi latihan. Weinberg dan Gould, (1995) mengemukakan bahwa psikologi olahraga dan psikologi latihan memiliki dua tujuan dasar:
mempelajari bagaimana faktor psikologi mempengaruhi performance fisik individu
memahami bagaimana partisipasi dalam olahraga dan latihan mempengaruhi perkembangan individu termasuk kesehatan dan kesejahteraan hidupnya
Di samping itu, mereka mengemukakan bahwa psikologi olahraga secara spesifik diarahkan untuk:
membantu para professional dalam membantu atlet bintang mencapai prestasi puncak membantu anak-anak, penderita cacat dan orang tua untuk bisa hidup lebih bugar meneliti faktor psikologis dalam kegiatan latihan dan memanfaatkan kegiatan latihan sebagai alat terapi, misalnya untuk terapi depressi (Weinberg & Gould, 1995).

Read more: Psikologi Olahraga & Psikologi Latihan

Amuk


oleh Prof. DR. Sarlito Wirawan Sarwono

Istilah yang berasal dari kata Melayu ini ada dalam kamus Bahasa Inggris (dieja: amuck). Artinya sama dengan dalam bahasa Indonesia: mengamuk. Dalam dunia kedokteran jiwa, amuk biasa terjadi pada penderita schizophrenia (awam: gila) yang akut, sehingga pasien itu terpaksa diikat di tempat tidur (kalau di desa: dipasung). Kalau yang ngamuk beramai-ramai, menurut versi Polri namanya rusuh massa dan mengatasinya dengan PHH (pasukan anti huru-hara).
Dalam dunia psikologi, amuk sebenarnya adalah hal yang biasa. Anak kecil pun bisa mengamuk, nangis dan menjerit-jerit sejadi-jadinya atau berguling-guling di lantai. Namanya: temper tantrum. Ibu-ibu juga bisa menangis, menjerit-jerit dan menjambaki rambutnya sendiri dan menyerang orang yang mau mendekatinya. Namanya: hysteria.Semuanya itu terjadi, biasanya kalau orang sudah frustrasi berat: anak minta mainan tidak diberi, atau isteri yang suaminya selingkuh.
Tetapi amuk bukanlah sekedar agresif karena frustrasi. Orang mengamuk bisa karena alasan yang tidak jelas. Bahkan mungkin tanpa alasan sama sekali. Orang yang beberapa menit yang lalu masih baik-baik, ngobrol dengan teman-temannya di warung, bisa tiba-tiba melempari toko, membakar mobil yang liwat, bahkan membakar pencopet yang tertangkap. Padahal dia sama sekali tidak ada urusannya dengan toko atau mobil itu, dan ia pun tidak tahu apakah orang yang dibakarnya itu pencopet beneran atau bukan.
Uniknya, istilah amuck dalam bahasa Inggris justru diadopsi dari bahasa Indonesia (dulu: Melayu). Padahal biasanya bahasa Indonesia-lah yang mengadopsi kata-kata dari bahasa Inggris. Jelas bahwa di mata orang Inggris (mungkin di jamannya Gubernur Jenderal Inggris Raffles) orang Indonesia amat-sangat suka mengamuk.

Read more: Amuk

Pencarian

Download Center

Hubungi Kami

Jl. Kebayoran Baru No. 85B
Kebayoran Lama, Velbak 
Jakarta 12240

Telp.  :  021 72801625, 085282610736
Fax.  : 021 72801625
Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website  : http://himpsi.or.id