Beranda

UNDANGAN UNTUK PEMUDA

 UNDANGAN UNTUK PEMUDA

Oleh: Rinny Soegiyoharto, SPsi, Psikolog
Pengurus HIMPSI JAYA dan Pengurus Pusat Ikatan Psikologi Klinis

Program Suara Pena Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) mendukung Hari Pemuda Internasional dengan tema “Youth Civic Engagement”, 12 Agustus 2015

Hari Pemuda Internasional

Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 12 Agustus sebagai International Youth Day (IYD) atau Hari Pemuda Internasional. Pencanangan tersebut digelar pada 17 Desember 1999 atas hasil rekomendasi Konferensi Kementerian Pemuda negara-negara sedunia di Lisbon. UNESCO mencanangkan IYD 2015 sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran kaum muda menghadapi tantangan dan masalah dunia. Youth Civic Engagement dalam hal ini diartikan Pelibatan Pemuda Dalam Tanggungjawab Kewargangaraan.

Peluang bagi kaum muda untuk terlibat aktif di bidang politik, ekonomi dan sosial dinilai masih rendah, padahal sangat penting untuk mencapai pembangunan manusia yang berkelanjutan. Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pelibatan pemuda dalam tanggungjawab kewarganegaraan. Selain akan bermanfaat besar bagi dirinya sendiri dan masyarakat, juga bermanfaat dalam mencapai ketahanan dan kesejahteraan manusia.

 

Pemuda Indonesia

Sri Sultan Hamengkubuwono IX menetapkan 14 Agustus sebagai Hari Pramuka sejak 1961. Pramuka - Praja Muda Karana, yang berarti “Orang Muda Yang Suka Berkarya”, memuat ikrar, semangat, komitmen, antusiasme, cita-cita, integritas dan peluang besar kesempatan bagi pemuda untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.
Setahun sebelumnya, tepatnya 26 September 1960, di Indonesia lahir organisasi kepemudaan yang bernama Karang Taruna. Meskipun awal perkembangannya agak lambat dan sempat mengalami krisis moneter, namun Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda Indonesia tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial generasi muda. Karang Taruna sebagai tempat pembinaan pemuda mengembangkan ekonomi produktif dan kreatif dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada di lingkungan.

Sesungguhnya Indonesia sudah memosisikan pemuda pada tempat yang tepat dan strategis, setidaknya melalui dua organisasi kepemudaan Pramuka dan Karang Taruna. Harusnya tidak dilupakan bahwa modal dasar untuk mendorong pelibatan dan partisipasi pemuda dalam bidang politik, ekonomi dan sosial demi pembangunan manusia yang berkelanjutan bagi kepentingan dunia sudah cukup kuat.

 

Psikologi dan Pemuda

Pengelompokan usia perkembangan manusia dalam aliran-aliran Psikologi tidak secara khusus menetapkan penggolongan usia pemuda. Ahli-ahli Psikologi Perkembangan umumnya membagi perkembangan manusia berdasarkan kelompok usia anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut .

Penggolongan pemuda justru ditemukan di konteks Indonesia. Dalam AD/ART Karang Taruna ditentukan dan diatur anggotanya adalah pemuda dan pemudi berusia 11 hingga 45 tahun. Berikut disampaikan hasil jajak pendapat singkat pada kelompok perempuan dan laki-laki usia 13 hingga 28 tahun, pendidikan formal Sekolah Menengah Pertama hingga Perguruan Tinggi, serta tinggal di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Hasil studi ini sedikit banyak dapat menggambarkan kondisi pemuda Indonesia saat ini.

Pertama, para kaum muda rata-rata merasa senang pada saat ini dan di tempatnya sekarang (here and now), dengan berbagai alasan yang dikemukakan. Sebagian merasa ‘biasa-biasa’, diasumsikan kelompok ini tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya dalam ungkapan kata. Sebagian lagi merasa kecewa, marah dan kesal.
Kedua, kelompok dengan perasaan senang menuturkan visi mereka tentang bangsa dan negara Indonesia di mata dunia Internasional dengan kata-kata yang terkesan optimis dan menjanjikan bagi masa depan, seperti: Indonesia semakin maju, rakyat miskin sudah jadi kaya; Indonesia jadi negara maju (modern), teknologinya canggih; Indonesia akan memakai robot untuk kegiatan sehari-hari, tapi manusianya lebih baik dari robot; Indonesia menjadi negara yang hebat; Indonesia mampu mengalahkan negara-negara maju lainnya dalam banyak hal; Orang Indonesia makin mandiri; Perekonomian Indonesia membaik.

Mereka yang merasa ‘biasa-biasa’ juga masih memperlihatkan optimisme melalui jawaban yang mirip dengan pernyataan-pernyataan di atas. Sebaliknya kelompok yang sedang merasa kecewa, marah dan kesal, sedikit berbeda mengungkapkan visinya. Ada kesan geram dan mendesak, misalnya pada ungkapan: Orang Indonesia harus saling menghormati satu sama lain, harus memiliki budaya maaf seperti di Jepang, tidak boleh ada lagi orang yang jahat (korupsi); Indonesia makin terpuruk, harusnya dari sekarang dibenahi; Indonesia harusnya jangan mau ditindas oleh rakyatnya sendiri dan bangsa lain.
Ketika mengungkapkan aspirasinya untuk berperan dalam masyarakat, kelompok yang sedang merasa senang lebih terbuka menuliskan apa dan bagaimana perannya sebagai pemuda, baik bagi negara maupun bagi dunia. Misalnya, “menjadi pengacara yang membela hak-hak rakyat”, “menjadi dokter ahli dan terkenal”, “menjadi apoteker yang mendunia”, “menjadi produser film yang juga idola dunia”, “menjadi wirausahawan sukses dan diakui dunia”, dan seterusnya.

Ketiga, ada nada kuat dari dalam diri para pemuda yang mampu mendorong keterlibatan dan partisipasi mereka dalam pembangunan bangsa dan negara. Unsur penting yang perlu dimunculkan pada diri pemuda adalah ‘rasa berhasil’ yang semakin menguat dari waktu ke waktu. Rasa berhasil adalah hadiah besar bagi orang-orang muda untuk mengulang perilaku dan karyanya, sedangkan perasaan gagal dapat membuatnya surut, bahkan berhenti. Oleh sebab itu, mengundang pemuda melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam upaya pembangunan manusia berkelanjutan haruslah menjadi aktivitas yang menghargai peran mereka sekecil apapun dan rasa berhasil karena karya dan hidupnya bermakna untuk orang lain.

 

Undangan Untuk Pemuda

Bertumbuhnya kehadiran berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat di negeri ini seolah-olah berpacu dengan Pramuka dan Karang Taruna yang sudah lebih dulu bergiat. Program praktis dalam pelibatan kaum muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan manusia berkelanjutan dapat dilakukan, antara lain dengan memberinya peran di dalam acara publik seperti seminar dan pelatihan dan atau langsung terlibat bersama organisasi sosial kemasyarakatan/lembaga swadaya masyarakat.
Peran utama dari generasi sebelumnya adalah ikhlas memberikan kesempatan dan melatih pemuda, mengundang mereka dan bukan bersaing dengannya. Sebuah komunitas yang bergerak dalam peningkatan kapasitas perempuan muda dalam politik dan masyarakat misalnya, menempatkan kaum muda sebagai pemimpin, konseptor program, pelatih dan pelaku di lapangan. Mereka dilatih hingga memiliki kapasitas dan kompetensi memimpin, mengajar, mengelola organisasi, menghadapi keberagaman masyarakat, mengusulkan program rekomendasi untuk pemerintah, dan berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.

Pemuda adalah harapan bangsa dan harapan dunia. Ungkapan yang tepat. Dalam hidup mereka tersurat peran dan tugas mulia sebagai pelaku utama pemelihara bumi: untuk pembangunan manusia berkelanjutan, serta untuk mencapai keseimbangan dan keselarasan unsur-unsur kehidupan yang telah ada sejak zaman Neolitikum dan akan tetap ada hingga masa tak berhingga.

Selamat menghayati Hari Pemuda Internasional, 12 Agustus 2015.
“Sitou Timou Tumou Tou” (Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Manusia; Pepatah dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara)
Disetujui oleh Dr.Seger Handoyo (Ketua Umum HIMPSI)

 

 

 

Pencarian

Download Center

Himne Psikologi

1890439
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Semua
858
502
5293
17642
1890439

Peta Himpsi Wilayah

Hubungi Kami

Jl. Kebayoran Baru No. 85B
Kebayoran Lama, Velbak 
Jakarta 12240

Telp.  :  021 72801625, 085282610736
Fax.  : 021 72801625
Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website  : http://himpsi.or.id